oleh

Ditemukan Dua Mayat Siswa SMK Kartika yang Tenggelam di Pungbunga Maros

ZONASULSEL.COM – MAROS | Mayat Rehian dan Jodion telah ditemukan. Mayat Rehian ditemukan hari pertama pada Rabu (10/2/2021 oleh Tim SAR. Kemudian mayat Jodion ditemukan Kamis (11/2/2021) sekitar pukul 06.00 WITA. Kedua siswa SMK Kartika Makassar ini tenggelam di Wisata Permandian Air Terjun Pungbunga, Desa Bontomanurung, Kec. Tompobulu, Kab. Maros Sulawesi Selatan, Rabu (10/2/2021).

Mayat Rehian berhasil dievakuasi oleh Tim SAR bersama masyarakat yang melakukan pencarian bersama anggota Polsek Tompobulu dan Babinsa dari lokasi permandian dan dilarikan ke Puskesman Tompobulu. Sementara, mayat Jodion ditemukan Kamis (11/2/2021) sekitar pukul 06:00 Wita.

Pencarian yang dilakukan tim SAR Rabu sore itu mengalami kendala setelah menemukan mayat Rehian sempat terhenti karena kondisi di area permandian tersebut gelap. Sehingga, tim SAR melanjutkan pencarian pada keesokan harinya. Hasilnya, mayat Jodion ditemukan.

Seperti diberitakan, dua orang siswa SMK Kartika Makassar tenggelam di wisata permandian air terjun Pungbunga, Rabu (10/2/2021).

Kepala Dusun Baru, Syamsir mengatakan, pada bulan Januari lalu di permandian air terjun Pungbunga seorang tenggelam. Akibat kejadian itu, pemerintah setempat dan Polsek Tompobulu menutup kawasan permandian tersebut dengan memberi Police Line. ” Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kami pasang Police Line,” ujar Syamsir.

Lanjut Syamsir, sebulan lalu, tepatnya di bulan Januari 2021 ada lagi yang tenggelam. Sebelumnya, yakni tahun 2019 dan bulan Desember 2020 terjadi lagi. Sebenarnya, pihak terkait sudah menutup seluruh aktifitas untuk masyarakat umum di kawasan air terjun Pungbunga, bahkan pihak kepolisian sudah memasang “Police Line” yang secara tegas melarang aktifitas tersebut.

Tapi kenyataannya, pada hari Rabu, 10 Februari 2021, air terjun Pungbunga kembali menelan dua korban.

Syamsir menjelaskan, karena seringnya terjadi musibah orang tenggelam, pihak terkait sebenarnya sudah mensosialisasikan penutupan lokasi air terjun Pungbunga sejak kejadian di bulan Januari, tapi masih ada juga orang-orang yang nekat masuk ke lokasi, sehingga kejadian tersebut terulang kembali.

” Olehnya itu, mari kita bersama-sama menyebarluaskan informasi soal penutupan kawasan air terjun Pungbunga untuk seluruh kegiatan bagi masyarakat umum, hingga waktu yang tidak ditentukan,” imbu Syamsir. (anto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed