oleh

Menyoal Berita Wartawan, PWI: “Harusnya Penyidik Ungkap Aliran Dana PEN dan Honorer yang Belum Terbayarkan”

ZONASULSEL.COM – ENREKANG | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Sidrap-Enrekang dan Parepare-Barru melakukan investigasi terkait kasus dugaan kriminalisasi wartawan di Enrekang, Kamis (11/2/2021).

Aktivis melalui Fokus di Enrekang juga ikut mendukung langkah PWI yang peduli kepada wartawan yang dilaporkan oleh penguasa di Enrekang mendatangi kantor Polres Enrekang yang diterima langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Saharuddin.

Saharuddin mengakui telah menerima aduan dari pemerintah atas berita yang dimuat oleh wartawan media online tersebut.

“Setelah kami telusuri dan tindak lanjuti oknum wartawan ini terbukti melanggar UU ITE dengan melakukan pencemaran nama baik Bupati Enrekang,”kata mantan Kapolsek Pelabuhan kota Parepare saat bertemu pengurus PWI Sidrap-Enrekang dan Fokus.

Saharuddin menjelaskan, Ridwan alias Wawan ini dilaporkan ke polisi mengenai berita yang dimuat di media on-line tentang dugaan dana PEN senilai Rp 516 Milyar dibayarkan ke tenaga honorer yang belum terbayarkan oleh Pemkab Enrekang sehingga Bupati merasa dicemarkan nama baiknya.

“Akibat tulisan Wawan ini nama bupati Enrekang merasa dicemarkan sehingga mengadukan Wawan ke polisi dan kami tindak lanjuti dan sudah memenuhi unsur tersebut,” tuturnya kepada PWI dan Fokus di ruang kerjanya.

Terpisah, Plt ketua PWI Sidrap-Enrekang, Marno Pawessai didampingi Sekretaris PWI Parepare-Barru dan Fokus menyimpulkan bahwa Wawan dipolisikan karena hasil karya jurnalistik.

Berdasarkan laporan itu, PWI siap membantu Wawan untuk memberikan pendampingan hukum saat di persidangan jika ini terproses lebih lanjut. “Saya sudah ke Enrekang. Kasus Wawan tidak bisa dijerat hukum mengenai tulisanya karena tidak ada pencemaran nama baik,’’ jelasnya.

Justru Wawan mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Mestinya penyidik menindaklanjuti soal aliran dana tersebut yang diduga ada indikasi tidak sesuai peruntukannya. ”Mestinya, penyidik mengungkap aliran dana PEN dan honorer yang belum dibayarkan, tapi mengapa justru wartawannya dipidanakan,”sesalnya. (*/AD/anto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed