oleh

Pemdes Nisombalia Maros Peringati Isra Mu’raj, Ini Ceramah Ustaz Dg. Lawang Merinding Mendengarnya

ZONASULSEL.COM – MAROS | Masyarakat Desa Nisombalia, Kec. Marusu, Kab. Maros memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Masijid Nurul Ma’arif, Mambue-Talatala.
Hikmah Isra Mi’raj diantarkan oleh Ustaz Abu Asrar Dg. Lawang, S.Ag.

Acara Isra Mi’raj yang digelar oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Nisombalia mendapat sambutan hangat dari masyarakat desa Nisombalia dan sekitarnya. Hal ini tergambar dari antusias warga yang memadati ruang dan halaman masjid hingga di pinggir jalan dengan tetap menerapkan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Apalagi penampilan Ustaz Abu Asrar yang akrab disapa Dg. Lawang ini tampil memukau yang sesekali mengundang tawa, namun dibarengi dengan sindiran yang bijak bagi umat Nabi Muhamnad yang melalaikan salat.

Dalam ceramahnya, Ustaz Dg. Lawang mengajak seluruh warga desa untuk melaksanakan salat lima waktu seperti yang telah diperintahkan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Menurut Dg. Lawang, ada 12 bulan yang Allah ciptakan. Diantaranya, bulan Rajab, Syahban dan Muharram. Namun, di bulan Rajab inilah Nabi Muhammad SAW diperjalankan melalui mimpi untuk menerima wahyu perintah salat dari Allah SAW untuk disampaikan kepada umatnya.
Memang secara akal sehat manusia tidak akan menjangkau, percaya, perjalanan Rasulullah Muhammad SAW ke langit ke tujuh (ars). Dan, hal ini hanya bisa diterima dengan iman. ” Namun, apa pun bisa terjadi kalau Allah berkendak,” ujar Ustaz Abu Asrar.
Dan, ketika Nabi Muhammad akan berdakwah apa yang dialaminya itu kepada penduduk Makkah mendapat tantangan dan ejekan dari Abu Lahap yang tiada lain adalah paman Rasulullah sendiri.

“Tapi, Nabi Muhammad tidak pernah menyerah. Dengan izin Allah, Rasulullah tetap berdakwah meski pun kebanyakan penduduk Makkah tidak mempercayainya, dan hanya Abubakar Assiddiq yang percaya bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah,” ujar Ustaz Dg. Lawang.

Diakhir ceramahnya, Dg. Lawang menjelaskan bahwa Isra Mi’raj adalah peristiwa yang luar biasa. Peristiwa yang menguji iman seseorang agar dapat mendirikan salat. ” Jadi jangan
bermain-main dengan salat. Salatlah seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW,” imbu Dg. Lawang.

Begitupun ketika kita ada masalah. Kita berwudhu. Salat dua rakaat. Kita bersimpuh di hadapan Allah. Memohon petunjuk dan ampunanNya. Niscaya Allah Rabbul Alamin akan mengabulkanNya.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Nisombalia, Zulkarnain melaporkan bahwa terselenggaranya acara Isra Mi’raj ini berkat peran ibu-ibu PKK dan warga Nusombalia. Zulkarnain juga
tak lupa mengirim doa kepada alm. Muh. H. Alwas selaku tokoh agama di desa ini.

” Saya mengajak kepada seluruh warga masyarakat Desa Nisombalia dengan melalui hikmah Isra Mi’raj kita makmurkan masjid.
Marilah kita gunakan sisa hidup ini untuk melaksanakan perintah Allah SWT dengan memakmurkan rumah Allah (masjid),” imbu Zulkarnain. (anto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed