oleh

Setop Pamer Identitas Diri di Media Sosial

ZONASULSEL.COM PARIGI | 1 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 1 September 2021 di Parigi, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Tips & Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”.

Program yang dipandu oleh Artha Senna sebagai moderator ini dihadiri sebanyak 604 peserta serta menghadirkan empat narasumber, yaitu AJI Indonesia Korwil Sulawesi-Maluku-Maluku Utara, Qodriansyah Agam Sofyan; CEO & Founder Dynamic Learning Indonesia Social-Entrepreneurship Project, Dewi Nur Cahyaningsih; Dasterpreneur Royalcrown, Azura; PT MSI, aktor, dan pemengaruh, Jeihan Kler. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Dewi Nur Cahyaningsih, membawakan tema “Transaksi dan Dompet Digital”. Dewi menyarankan untuk memilih aplikasi dompet digital yang aman dan terpercaya, yaitu yang telah mengantongi izin resmi dari Bank Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Pastikan juga membaca syarat dan ketentuan sebelum melakukan aktivasi, serta mengaktifkan fasilitas otentikasi ganda untuk menghindari kejahatan siber.

Berikutnya, Jeihan Kler menyampaikan materi “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”. Jeihan menyampaikan, ada aturan yang mengikat dalam proses transaksi digital, sehingga memberikan perlindungan kepada penjual maupun pembeli. “Hak dan kewajiban penjual maupun pembeli harus dilaksanakan sesuai dengan aturan, sehingga meminimalisir sanksi yang diatur dalam undang-undang,” urainya.

Sebagai pemateri ketiga, Azura membawakan tema “Budaya Digital”. Dia menekankan ihwal budaya pelayanan dalam berbisnis digital, salah satunya terkait cara merespon protes atau pengembalian barang dari konsumen. “Pelaku bisnis digital harus tanggap menangani keluhan pelanggan. Tunjukkan rasa empati, minta maaf, dan bersikap solutif. Jadikan komplain sebagai evaluasi dan ucapkan terima kasih kepada pelanggan atas komplainnya,” tuturnya.

Adapun, Qodriansyah Agam Sofyan sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Tips dan Trik Terhindar dari Penipuan Online”. Dia mengaku heran dengan kegemaran masyarakat Indonesia mengunggah foto identitas diri seperti KTP atau SIM di media sosial. “Itu kan sangat rawan. Ingat, jejak digital tidak akan hilang walaupun sudah dihapus. Kalau KTP atau SIM sudah diunggah, itu bisa disalahgunakan oleh oknum penipu,” tandasnya.

Setelah sesi materi, moderator melanjutkan kegiatan tersebut dengan sesi tanya jawab yang disambut beragam pertanyaan menarik dari para peserta. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Mengapa masih banyak penjual di lokapasar yang tidak jujur dan transparan sehingga banyak konsumen yang tertipu?” tanya Dini, salah satu peserta webinar. Menurut Jeihan Kler, sebetulnya setiap lokapasar sudah menerapkan SOP, tetapi, kemungkinan sistemnya belum memberikan efek jera terhadap penjual yang tidak jujur. “Kalau ada yang begitu, cari penjual lain saja. Yang terpenting, kita harus melihat deskripsi produk dengan detail sebelum membeli,” saran dia.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed