oleh

Manfaatkan Fitur Parental Control Agar Anak Tak Kecanduan dan Ganggu Pembelajarannya

ZONASULSEL.COM MANADO | 3 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 3 September 2021 di Manado, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”.

Webinar kali ini dipandu oleh Fitriyani sebagai moderator dengan menghadirkan empat orang narasumber, yakni pemerhati anak, Dicky Tumbel; Digital Enthusiastic, Tia Elyani; Creative Lead Satu Tampa, Steleynes Sagay; serta dosen Universitas Sam Ratulangi, Reynaldo Joshua Salaki. Webinar kali ini dihadiri sebanyak 848 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden. 

 

Materi pertama dibawakan oleh Tia Elyani yang menyampaikan tema “Search Engine”. Menurut dia, search engine atau mesin pencari merupakan program yang dirancang untuk mencari data, informasi, fail, atau konten lain yang tersimpan di internet dan dapat diakses secara umum. Program tersebut misalnya, Google, Ask, DuckDuckGo, Bing, Baidu, serta Yahoo!.  “Untuk mencari informasi secara efektif, spesifikasikan kata kunci dari apa yang ingin kita cari dan biasakan memulainya dengan kata tanya,” katanya.  

Selanjutnya, Reynaldo Joshua Salaki menyampaikan paparan berjudul “Berpikir Bijak Sebelum Mengunduh di Internet”. Ia mengatakan, mengunduh konten negatif seperti video pelecehan, aksi teroris, ataupun fail ilegal dapat berdampak buruk bagi pengguna internet. Pendistribusian konten yang terlindung hak cipta bisa membawa konsekuensi hukum, sedangkan pengunduhan ilegal berisiko perangkat terinfeksi virus atau spyware. “Tidak semua unduhan gratis berbahaya, tetapi saat mengunduh sesuatu secara gratis, kita harus tahu risikonya seperti apa,” jelas dia.

Pemateri ketiga Steleynes Sagay memaparkan materi bertema “Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, semestinya kemudahan digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kemampuan, berbagi informasi yang mengedukasi, serta untuk menambah penghasilan. “Penggunaan internet yang tidak dibatasi justru akan membatasi interaksi dengan lingkungan sekitar, kesulitan bersosialisasi, kurang empati atau gagal memahami situasi dan lingkungan sekitar, malas berpikir, dan kurang mampu mengontrol emosi, ” imbuhnya. 

 

Narasumber terakhir, Dicky Tumbel, menyampaikan paparan berjudul “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”. Ia mengatakan, ciri-ciri anak yang masih sehat selama penggunaan gawai, antara lain: tidur cukup, fisik sehat, senang bersekolah, serta tetap menjalin hubungan dengan teman dan kerabat, baik secara daring maupun luring. Selain itu, anak juga memiliki banyak hobi, bersenang-senang dan belajar saat menggunakan gawai, serta menonton konten yang berkualitas atau positif. “Fitur parental control juga memungkinkan orang tua untuk mengatur waktu dan penggunaan gawai anak serta membatasi akses laman dan aplikasi,” ujar dia. 

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan tersebut dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. 

Salah satu peserta, Rima, bertanya tentang cara mengatasi anak yang kecanduan gawai karena saat ini aktivitas belajarnya menggunakan internet. Dicky Tumbel mengatakan, orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak dan mengingatkan akan bahaya dan dampak negatifnya. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed