oleh

Yuk, Mulai Berbahasa yang Baik!

ZONASULSEL.COM BULUKUMBA |14 September 2021– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo yang dilaksanakan secara virtual pada 14 September 2021 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian” ini diikuti oleh 487 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Terdapat empat narasumber yang akan mengisi sesi webinar pada siang ini, di antaranya Ahmad Fadli selaku peneliti Resensi Institute dan aktivis, Ayi Dara selaku Presenter TV dan Lifestyle Content Creator, Dian Muhtadiah Hamda selaku dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Ahmad Firdaus selaku dosen Politeknik LP3I Makassar. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Mila Karmila.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Ahmad Fadli, membahas tema “Kecakapan Digital”. Sesi webinar dibuka oleh Fadli dengan pemaparan mengenai ujaran kebencian serta dampaknya bagi mental dan kerukunan. Kemudian, pemaparan dilanjutkan dengan materi bagaimana cara mengelola emosi diri. Pada akhir sesi, Fadli memberikan tips untuk menjadi pengguna sosmed yang baik.
Selanjutnya, Ayi Dara sebagai pemateri kedua mengangkat tema “Mengapa Etika dalam Media Sosial Itu Penting?”. Ayi menyarankan agar kita tidak menyebarkan informasi yang menyinggung unsur SARA serta pornografi di jejaring sosial. Kemudian, Ayi juga memaparkan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam dunia digital.

Untuk pemateri ketiga, tema yang dibawakan adalah “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital” yang disampaikan oleh Dian Muhtadiah Hamda. Dian menjelaskan mengenai etika berbahasa di ruang digital disertai contoh cara berbahasa yang baik. Ia juga mengajak para peserta untuk berhenti memberi ujaran kebencian serta mulai berbahasa yang sopan.

Adapun pemateri terakhir pada sesi hari ini adalah Ahmad Firdaus yang membawakan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ahmad mengatakan, salah satu bahaya jejak digital adalah dapat menimbulkan pencemaran nama baik. Oleh karena itu, ia memberikan sejumlah cara bagaimana menghapus dan mengurangi jejak digital. Ia juga membagikan beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam dunia maya.

Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para narasumber. Salah satunya adalah Zaenab yang bertanya tentang bagaimana cara kita membiasakan menggunakan bahasa yang baik di dunia digital. Menurut Dian, kita dapat memulai dengan mengedukasi diri sendiri, lalu membagikannya kepada orang lain.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Dalam webinar di Bulukumba tersebut, 10 penanya yang terpilih akan mendapatkan uang elektronik masing-masing sebesar Rp100.000 dari panitia.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed