oleh

Jangan Tergiur Pinjol Ilegal, Bijaklah dalam Meminjam

ZONASULSEL.COM MAROS |14 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kali ini dilaksanakan secara virtual pada 14 September 2021 di Maros, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.

Program kali ini dipandu oleh Richard Lioe sebagai moderator dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Public Policy Associate DANA, Varrel Vendira Rizlah Putra; CEO dan pendiri Rumah Karawo, Agus Lahinta; Direktur PT Mahayasa, Desak Fiega Mahayasa; dan Kepala Galeri Investasi Pasar Modal Syariah UIN Alauddin Makassar, Miftha Farild. Webinar kali ini diikuti oleh 619 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Varrel Vendira Rizlah Putra membuka sesi materi dengan membawakan tema “Go Cashless, Jenis-jenis Transaksi Digital di Era New Normal”. Varrel mengatakan, di era pandemi, transaksi non tunai sangat membantu mengurangi kontak. Namun, masalah yang sering muncul dalam transaksi digital, di antaranya jaringan bermasalah, penyalahgunaan data pribadi, kesulitan menggunakan aplikasi, dan kejahatan siber. “Tips aman bertransaksi digital, yaitu lindungi data pribadi, lindungi keamanan jaringan, dan pahami cara bertransaksinya,” katanya.

Berikutnya, Agus Lahinta menyampaikan materi berjudul “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Agus mengatakan, beberapa prinsip dalam etika berbisnis, yaitu prinsip otonomi, prinsip kejujuran, prinsip keadilan, prinsip saling menguntungkan, dan prinsip integritas moral. “Enam indikator etika pelayanan bisnis digital, yakni memahami audiens, be human, responsif, pisahkan akun profesional dan pribadi, jangan menjatuhkan kompetitor, dan selektif,” terang Agus.

Pemateri ketiga, Desak Fiega Mahayasa, membawakan tema “Digital Culture: Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Ega menjelaskan keuntungan dan kekurangan pembayaran tagihan secara mandiri (via kartu kredit, debit, atau dompet digital) atau lewat platform. “Tips transaksi digital yang aman: proaktif melaporkan jika terjadi penipuan; lindungi data pribadi terutama OTP; jika terjadi masalah, segera lapor ke www.lapor.go.id atau layanan@kominfo.go.id; cek rekening di www.cekrekening.id; dan blokir rekening bank penipu,” pungkasnya.

Sebagai pemateri pamungkas, Miftha Farild menyampaikan tema “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal”. Dalam sesinya, Miftha mengajak masyarakat berhati-hati agar tidak terjebak pinjaman daring ilegal. “Tips memilih pinjaman daring yang tepat, lihat apa sudah terdaftar di OJK, ada layanan konsumen atau tidak, aplikasi dan lamannya secured, pinjam sesuai kemampuan, dan baca baik-baik kontrak pinjaman,” pesannya.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta. Salah seorang peserta webinar, Fahmi Faradiva, bertanya pada Varrel Vendira Rizlah Putra. “Saat ini, dompet digital mempermudah kita untuk bertransaksi. Apakah sistem pembayaran digital ini akan berjalan terus, sehingga pembayaran offline ditinggalkan? Bagaimana agar tidak terjebak menjadi konsumtif karena kemudahan dompet digital?”.

Varrel Vendira mengatakan bahwa di masa depan semuanya akan terdigitalisasi. “Go digital bukan tren, melainkan transisi gaya hidup global. Apakah akan menggantikan secara total? Saya melihat, tidak dalam 5-10 tahun lagi. Terkait mengatur keuangan, kalau punya manajemen finansial yang baik, harusnya tidak jadi masalah. Justru dengan digital, walaupun boros, evaluasinya lebih gampang karena semuanya tercatat,” terangnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed