oleh

Pentingnya Menjaga Rekam Jejak Digital

ZONASULSEL.COM MINAHASA | 15 September 2021– Sebanyak 867 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 September 2021 di Minahasa, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Menjadi Pendidik yang Cerdas dan Cakap Digital.”
Empat narasumber yang mengisi sesi webinar pada siang ini di antaranya Leonard C. Epafras selaku Dosen dan Peneliti UKDW/ICRS; Yoseph Ikanubun selaku Jurnalis; Denni Pinontoan selaku Dosen IAKN dan Pegiat Literasi; dan Reynaldo Joshua Salaki selaku Dosen Unsrat Manado. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Aguslia Hidayah.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama Leonard C. Epafras membahas tema “Literasi Digital untuk Orang Tua Mendampingi Anak Memasuki Petualangan Digital”. Leo menekankan peran ganda orang tua ketika mendapati anak-anaknya berselancar di dunia maya. Menurut dia, orang tua tak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga harus dapat menjadi teman bagi anak.

Selanjutnya, Yoseph Ikanubun sebagai pemateri kedua mengangkat tema “Etika Digital”. Yoseph menuturkan, dampak-dampak pandemi COVID-19 pada setiap bidang, salah satunya pada bidang pendidikan. Contoh konkret dalam bidang tersebut menurutnya adalah para siswa yang kesulitan dalam belajar daring karena minimnya akses internet dan terbatasnya komunikasi dua arah antara siswa dan guru.

Untuk pemateri ketiga, tema yang dibawakan adalah “Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital” yang disampaikan Denni Pinontoan. Denni menyoroti masalah budaya digital dan pendidikan. Ia menjelaskan sejumlah tantangan yang potensial terjadi, misalnya kemampuan untuk beradaptasi pada sesuatu yang baru, tidak meratanya kecakapan digital di kalangan guru dan siswa, serta ruang interaksi yang terbatas.

Adapun pemateri terakhir pada sesi hari ini adalah Reynaldo Joshua Salaki yang membawakan tema “Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan.” Ia menjelaskan mengenai jejak digital apa saja yang ada dalam bidang pendidikan. Tidak hanya itu ia turut memberikan beberapa tips bagaimana menjaga rekam jejak digital, seperti menyaring sesuatu yang sekiranya tidak perlu dibagikan di media sosial.

Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para narasumber. Sebanyak 10 pertanyaan yang terpilih akan mendapatkan uang elektronik sebesar Rp 100.000.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Menurut Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.
***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed