oleh

Menjaga Media Sosial dari Penyebaran Radikalisme

ZONASULSEL.COM DONGGALA |20 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 20 September 2021 di Donggala, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Berantas Radikalisme Melalui Literasi Digital”.

Program kali ini menghadirkan 633 peserta dan empat narasumber, yaitu Duta Literasi Sulsel, Upi Asmaradhana; akademisi, Beche Bt Mamma; Fact Checker GNI, Supardi Bado; dan pemengaruh, Iskandar Andi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Sinta Pramucitra. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Usai sambutan, Upi hadir sebagai pemateri pertama dan membawakan tema “Positif, Kreatif dan Aman Bermedsos”. Upi menuturkan, gunakan media sosial untuk membantu memerangi informasi yang bisa menimbulkan masalah. “Radikalisme masuk ke otak anak muda yang masih terbatas dalam menyaring informasi yang benar atau salah,” ujarnya.

Selanjutnya, Iskandar Andi menyampaikan materi berjudul “Tips mengenali berita palsu dan verifikasi”. Menurut dia, hoaks acapkali mengandung unsur politik dan isu SARA yang memang sensitif di Indonesia. “Hoaks biasanya menggunakan kalimat provokatif dan informasi tersebut biasanya lebih cepat tersebar,” kata Bang Is, nama beken Iskandar Adi.

Pemateri ketiga, Beche Bt Mamma, membawakan tema tentang “Literasi Digital dalam Menangkal Terorisme, Separatisme dan Radikalisme”. Dia mengatakan, dunia digital merupakan tempat paling subur bagi kelompok yang ingin menyebarkan paham terorisme, separatisme, dan radikalisme. “Twitter, Facebook, Instagram, Youtube merupakan platform media paling sering digunakan termasuk merekrut anggota baru,” ujarnya.

Adapun Supardi Bado, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Memahami Aplikasi Keamanan dan Pertahanan Siber di Dunia Maya”. Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulut itu mengatakan, penggunaan media sosial harus diimbangi dengan kemampuan keamanan siber. “Salah satunya mengidentifikasi teman baru di medsos dengan melihat jaringan teman,” saran dia.

Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Dalam kesempatan tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

“Bagaimana mencegah paham radikalisme dan terorisme agar tidak menjamur dan cara untuk menghindar dari hasutan paham tersebut?” kata Qamarully Harahap, salah seorang peserta. Supardi Bado menerangkan, upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran paham tersebut sudah maksimal di dunia digital. “Ribuan akun sudah diblokir oleh Kominfo dan BNPT. Upaya lain membutuhkan kerjasama dari semua pihak mulai dari tokoh agama, pendidik, anak muda, dan lainnya,” urainya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

***

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed