oleh

Etis Bermedia Sosial, Harmonis di Dunia Digital

ZONASULSEL.COM KOLAKA  | 22 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 22 September 2021 di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang diangkat pada hari ini adalah “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”.

Program kali ini menghadirkan 673 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Akademi Jurnalis Indonesia, Slamet Wiryawan; Amnesty International, pendiri Change.org Indonesia dan Pengajar Hukum HAM STHI Jantera, Usman Hamid; advokat/KPJKB, Syamsul Asri; serta jurnalis, Yusriadi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fritz V. Wongkar. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, hadir Slamet sebagai pemateri pembuka dengan paparan kecakapan digital bertema “Mengenal Kompetensi Digital Skill”. Menurut Slamet, digital skill adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, menggunakan perangkat TIK, dan sistem operasi digital. Kecakapan ini meliputi pengenalan dan pengetahuan dasar terhadap lanskap digital, mesin pencari informasi, penggunaan dan pemilihan data, aplikasi percakapan dan media sosial, serta aplikasi dompet digital, lokapasar dan transaksi digital.

Berikutnya, Usman menyampaikan materi etika digital berjudul “Ujaran Kebencian, Problematika Hukum dan Etika Digital”. Ia mengatakan, ujaran kebencian telah secara jelas dirumuskan dalam hukum internasional, namun, masih kabur dirumuskan dalam hukum nasional. Ini yang sering menjadi dasar pemidanaan dalam situasi pertarungan politik dan penindasan kaum minoritas. Karenanya, perlu ada revisi atas UU ITE pasal 28 ayat 2 terkait penyebaran kebencian berdasarkan SARA, utamanya pada klausul “antargolongan” yang kerap kali multi-tafsir.

Sebagai pemateri ketiga, Syamsul membawakan tema budaya digital tentang “Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Menurut dia, setiap orang memang memiliki kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi, namun, terdapat beberapa batasan dalam pelaksanaanya. Pembatasan tersebut terkait dalam hal menjaga demokrasi dan ketertiban umum, moral dan keamanan publik, keamanan nasional, serta hak dan reputasi orang lain.

Adapun Yusriadi, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital tentang “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Ia mengatakan, untuk mengelola jejak digital, telusuri jejak digital kita lalu aturlah privasi di perangkat. Selanjutnya, periksa cookies, perkuat kata sandi, hapus aplikasi tak terpakai, serta selalu perbarui sistem operasi dan antivirus. “Selalu kirim hal positif dan gunakan akun berbeda untuk keperluan berbeda,” pesannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Kesempatan ini dimanfaatkan peserta untuk bertanya langsung kepada para narasumber. Dalam webinar tersebut, panitia memberikan apresiasi dengan memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana berekspresi secara beretika tanpa melanggar perundangan. Narasumber menjelaskan bahwa dalam berekspresi jangan sampai mengandung unsur-unsur ujaran kebencian, menyinggung SARA, dan semacamnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, bisa mengakses https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

***

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed