oleh

Makin Cepat Membayar Secara Online, Namun Tetap Berhati-Hati Saat Bertransaksi

ZONASULSEL.COM MAKASSAR. | 23 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 23 September 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Lindungi Transaksi Jangan Sampai Dicuri” kali ini diikuti oleh 473 peserta yang telah mendaftarkan dirinya terlebih dahulu.

Empat orang narasumber tampil dalam webinar kali ini. Masing-masing yakni, IT Management, Arief Rama Syarief; pemengaruh, Joddy Caprinata; dosen PGRI Banten, Reni Haerani; serta Lembaga Keamanan Siber & Digital CISSREC, Ibnu Dwi Cahyo. Adapun moderator adalah Richard Lioe. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, hadir Arief Rama Syarief sebagai pemateri pertama yang menyampaikan tema “Internet Sehat”. Menurut Arief, internet sehat merupakan konsep penggunaan secara bijak sesuai etika dan norma serta tidak membahayakan diri maupun orang lain. Sedangkan ciri-cirinya, rutin logout setelah penggunaan akun pribadi, mengaktifkan fitur privasi, membuat kata sandi yang rumit, menghindari penggunaan Wifi publik, serta menjelajahi informasi di internet secara aman. “Adanya internet sehat juga bisa meminimalkan tindakan pembajakan akun,” katanya.

Selanjutnya, Joddy Caprinata menyampaikan paparan berjudul “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”. Ia mengatakan, transaksi digital yang dapat dilakukan warganet misalnya pembelian pulsa, pembayaran tagihan listrik atau telepon, zakat, atau top up saldo dompet digital. Sedangkan kiat-kiat dalam bertransaksi, antara lain pastikan tujuannya, tidak memalsukan data pribadi, teliti dan cermat, serta gunakan platform resmi yang terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Hati-hati dengan tawaran investasi bodong, selalu waspada, dan laporkan bila menemukan kasusnya,” tuturnya.

Pemateri ketiga Reni Haerani memaparkan materi bertema “Legalitas Bayar Tagihan Online”. Menurut dia, perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, salah satunya pembayaran tagihan dari manual di loket-loket menjadi daring lewat gawai pribadi. Adapun keuntungannya, proses lebih cepat dan mudah, banyak pilihan opsi pembayaran, keamanan, serta tawaran promo menarik. “Orang yang dapat bertahan bukanlah orang yang paling kuat atau pintar, tetapi yang bisa beradaptasi, suka atau tidak, kita harus terbiasa dengan digitalisasi ini,” imbuhnya.

Adapun Ibnu Dwi Cahyo, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Transaksi dan Belanja Aman di Dunia Maya”. Ia mengatakan, berkembangnya pengguna media sosial, membuat platform tersebut menjadi pasar jual beli terbesar di dunia digital. Cara aman ketika berbelanja di media sosial antara lain: cek testimoni sekaligus profil akun yang berkomentar, hindari transfer secara pribadi, dan jangan mudah terbujuk harga yang murah. “Ketika menerima barang juga harus divideokan,” ujar dia.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memenangkan hadiah dari panitia berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Hadiputra, bertanya tentang risiko penggunaan dompet digital dan cara mengantisipasinya. Menanggapi hal tersebut, Joddy Caprinata mengatakan, salah satu risiko penggunaan dompet digital adalah gagal bayar dalam suatu tagihan sehingga melewati batas waktu dan terkena denda yang besar.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed