oleh

Jaga Privasi Diri agar Aman di Dunia Maya

ZONASULSEL.COM BONE |24 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 24 September 2021 di Bone, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Menghindari Pencuri Data”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber, masing-masing yaitu konsultan marketing digital dan pendiri @zonanyamankafe, Rosmini Hamid; Trainer and Digital Marketing Communication, Yasin Apriadi; dosen komunikasi UIN Makassar dan JAPELIDI, Andi Fauziah Astrid; serta narablog dan kreator konten Gaya Hidup, Zilqiah Anggraini. Adapun moderator adalah Ady Putong. Webinar kali ini diikuti oleh 632 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, hadir pemateri pertama yaitu Rosmini Hamid yang membawakan materi kecakapan digital bertema “Informasi, Identitas dan Jejak Digital dalam Media Sosial”. Menurut dia, warganet harus terampil mengelola informasi dan menjaga kerahasiaan identitas diri yang sensitif di dunia digital agar jejak digital tetap positif. “Harus disadari bahwa se-private apapun media sosial kita, itu adalah akun ranah publik sehingga apapun yang kita lakukan harus bisa dipertanggungjawabkan dan memberi nilai positif bagi orang lain di sekitar kita,” ujarnya.

Berikutnya, Yasin menyampaikan materi etika digital berjudul “Isu-isu Etika Digital dan Penggunaan Teknologi”. Ia mengatakan, dalam berinternet kita harus menghindari penyebaran hoaks, bahasa kasar, menyinggung SARA, atau mengusik privasi orang lain. Unggah atau buatlah kiriman maupun konten digital yang baik dan positif. “Cerdas dan bijaklah di era digital karena apa yang kita sampaikan akan berbalik lagi ke kita,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Andi Fauziah membawakan tema budaya digital tentang “Mengenal Lebih Jauh Tentang UU ITE terkait Perlindungan Data Pribadi”. Menurut dia, negara melindungi kebebasan berekspresi dengan mengatur batas-batas yang sama dengan hak-hak digital. Ini dilakukan agar kebebasan yang kita gunakan tak melanggar hak orang lain. “Kita tak boleh melanggar hak digital orang lain, melukai orang lain, membahayakan kepentingan publik, negara dan masyarakat,” pungkasnya.

Adapun Zilqiah, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Mengenal Phising dan Cara Menghindarinya”. Ia mengatakan, selain kenyamanan, keamanan juga penting diperhatikan dalam aktivitas daring kita. Keamanan di dunia digital, salah satunya adalah terhindar dari phising (pengelabuan). Beberapa cara menghindarinya bisa dilakukan dengan selalu memeriksa surel, tautan dan teks alternatifnya, penggunaan kata sapaan, keseluruhan isi pesan, serta tanda tangan surel. “Abaikan jika ada permintaan informasi atau data pribadi kita,” imbaunya.

Selanjutnya, Ady Putong selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Dalam kesempatan tersebut, peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana menjaga data pribadi untuk mobile banking agar lebih aman dari peretasan. Narasumber menjelaskan bahwa salah satu caranya dengan memasang watermark keterangan tanggal dan keperluan pada foto KTP yang kita kirimkan sebagai persyaratan pembuatan akun dalam transaksi digital. Dengan begitu, kita bisa tahu sumber kebocoran data kita jika terjadi kebocoran. Pastikan juga kebenaran, keamanan, dan kredibilitas laman atau tautan penyedia layanan transaksi digital.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed