Diskusi Politik Warung Kopi Peserta Baru Ancaman buat Incumbent

ZONASULSEL.COM, MAROS  || Pemilihan Umum atau Pemilu sisa berhitung hari. Tanggal, 14 Februari 2024 genderang Pemilu ditabu. Rakyat Indonesia wajib pilih (WP) berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menyalurkan hak politiknya. Memberikan suara. Memilih wakilnya di DPRD Kota/Kabupaten/Propinsi, Pusat, DPD dan memilih Calon Presiden dan Wakil Calon Presiden untuk periode 2024- 2029.

Baca Juga Camat Ujung Pandang Dampingi Plt Kadis Ketahanan Pangan Bersilaturahim Dengan Dewan Lorong

Para peserta Pemilu, yakni para calon legislatif (Caleg) jauh hari sebelum penetapan sebagai Caleg telah bersosialisasi. “Menyetor muka”. Menyapa warga. Sapa sini, sapa sana. Tengok kiri tengok kanan yang hanya dilakukan 1 kali dalam 5 tahun. Itupun kalau terpilih. Berbagai trik yang dilakukan agar Caleg tersebut dipilih dan terpilih sebagai sebagai wakil rakyat di parlemen, baik di kabupaten/kota, propinsi dan pusat.

Hal yang menarik untuk dibahas adalah siapa wakil rakyat yang bakal terpilih nanti di 2024 dan duduk di parlemen.

Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (APKAN RI) Kabupaten Maros menyoroti hal tersebut. Khususnya di Maros. Mendekati hari ‘H’ pencoblosan, 14 Pebruari 2024 suara rakyat (pemilih) menjadi perhatian publik. Dari masyarakat pinggiran sampai para elit politik. Tidak hanya bersuara di internal masing-masing, tapi yang paling santer di warung kopi atau warkop.

Dari pantauan APKAN, nyaris tiada hari tanpa mendiskusikan suara caleg. Berlangsung di sejumlah warung kopi, khususnya di Dapil I, Kelurahan Turikale dan Maros Baru. Dimana Dapil 1 ini dianggap sebagai ‘Dapil Neraka’. Bercokolnya sejumlah incumbent yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg 2024. Dan, pemilih-pemilih cerdas.

APKAN juga memprediksi bahwa akan terjadi perlombaan sengit dalam meraih suara dalam Pemilu legislatif mendatang.

Salah satu anggota APKAN, Ansar menyebut, sejumlah nama yang diprediksi akan muncul pendatang baru duduk di Dapil I Kabupaten Maros. “Ini merupakan ancaman bagi incumbent,” kata Ansar membuka dialog. Pasalnya, dengan jumlah 7 (tujuh) kursi yang tersedia merupakan peluang besar bagi pendatang baru. Bekerja keras untuk menggeser kursi incumbent. Sebutlah: 1. Amri Yusuf (PAN). 2. H. Rusli (Golkar). 3. Hj. Wahyuni (Nasdem). 4. H. Mursid (PKS). 5. H. Yusri. 6. H. Sudirman ( Hanura). Sementara pendatang baru yakni, Sabir (Demokrat). Andi Sapriadi (PAN). Chaerul Sahab (PAN). H. Basri (Gerindra). H. Bahtiar (Gerindra). Danial (Golkar).

Seperti diketahui, Amri Yusuf incumbent selama 3 periode kembali mencalonkan diri sebagai Caleg 2024 dari partai PAN. H. Rusli, H. Yusri. Wahyuni sebelumnya dari Golkar kemudian hengkang ke Nasdem, H. Mursid dan H. Sudirman.

Seperti yang diprediksi, partai-partai yang memiliki caleg dengan popularitas yang cukup tinggi berpeluang lebih besar untuk memenangkan pemilihan legislatif (Pileg) 2024 .
Seperti H. Basri ( Gerindra). Sabir (Demokrat), A. Sapriadi (PAN) dan Danial (Golkar).

Beralih ke Dapil II yang meliputi wilayah Lau dan Bontoa, terdapat 5 kursi yang akan diperebutkan. Berikut adalah nama-nama yang diprediksi akan duduk di Dapil II dan partai yang diwakilinya:
Bambang/Hj. Suriani (Golkar)
Andi Rijal (PAN)
H. Yusuf Damang (Gerindra)
H. Nasir (PKB)
Akbar (Nasdem)

Pertarungan di Dapil II sepertinya tidak akan kalah sengitnya dengan Dapil I. Namun demikian, partai-partai yang cukup populer di wilayah ini juga memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih kursi di wilayah ini.

Berkaca dari fenomena pergerakan caleg dan partai yang pemilihnya semakin cerdas, maka partai yang berhasil meraih kursi dalam pemilu legislatif nanti adalah partai yang memiliki program yang jelas, terstruktur dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Itulah mengapa peran diskusi politik sangat penting dalam merumuskan pandangan politik serta menentukan jalan yang akan dilalui dalam memperkuat konstitusi dan cita-cita bersama,” terangnya. (arif/anto)