Tiga Tahun Hati Kita Keren Memimpin Maros, Bupati Maros Temu Wicara dengan Warga Marusu

ZONASULSEL.COM, MAROS || Bupati Maros, Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati Suhartina Bohari, hadir ditengah-tengah warga Kecamatan Marusu untuk mendengar langsung curhatan dan masukan dari warga, tokoh masyarakat dan para kepala desa tentang hasil pembangunan selama kurung waktu tiga tahun memimpin Maros.

Baca Juga Pj Gubernur Bahtiar Lantik Pejabat Administrasi dan Pengawas Lingkup Pemprov Sulsel

Kehadiran Chaidir Syam bersama Suhartina Bohari berlangsung di kantor Camat Marusu, Selasa, 14 Mei 2024 didampingi Camat Marusu, Syamsul Idris dengan melibatkan Kepala Dinas PUPR, Mustazim, Kepala Dinas Pendidikan, A. Patiroi, Kepala DPMPTSPK, Nuryadi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Suleman Samad.

Dalam acara temu wicara ini, pasangan bupati Maros dan Wakil Bupati Maros yang bertagline, “Maros Keren” di awal pemerintahannya tahun 2021 diperhadapkan masa-masa sulit dengan berbagai tantangan. Anggaran yang minus dan Covid 19. Bupati Maros sendiri sempat diisolasi karena korban Covid 19. Namun, semua hambatan itu berhasil dilalui. Bersama Suhartina terus bangkit. Membangun Maros. Ini terbukti. Meskipun pada masa-masa yang sulit itu, pasangan Hati Kita Keren ini berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 9,3 persen.

” Selama tiga tahun memimpin, kami ingin mendengar langsung masukan dari warga dan seluruh tokoh masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Chaidir Syam yang juga mantan Ketua DPRD Maros selama 12 tahun ini.

Chaidir Syam menuturkan, pada masa kepemimpinannya yang hanya 3 tahun lebih yang seharusnya 1 (satu) periode atau 5 tahun tetap semangat untuk membangun Maros.
Dia menilai bahwa jabatan itu sifatnya hanya sesaat tetapi pembangunan harus jalan terus dan berlanjut. ” Semoga kami berdua masih diberi amanah untuk melanjutkan pembangunan Maros,” imbuhnya yang sambut oleh suara warga, lanjutkan…. Oppoki,

Dalam acara temu wicara itu, yang menjadi sorotan adalah sarana dan prasarana bidang pendidikan yang menjadi perhatian. Ada sejumlah gedung sekolah yang harus direhab. ” Masalah ini harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Chaidir Syam juga menekankan masalah kesehatan dan pendidikan harus mendapat perhatian. Juga, masalah sertifikasi guru jangan sampai terlambat dibayarkan. “Secepatnya diselesaikan agar gurunya dapat tersenyum,” kata Chaidir.

Dalam temu wicara itu Bupati Maros mengungkapkan , bahwa Kecamatan Marusu adalah salah satu kecamatan dari 14 Kecamatan di Maros menjadi idola. Pasalnya, tahun ini 2024, Pemerintah Daerah telah menganggarkan Rp1,8 miliar untuk pembangunan infrastruktur transfortasi jalan dari Kuri Caddi hingga Kuri Lompo. (anto)