ZONASULSEL.COM, MAKASSAR ||, 14 Maret 2026 — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Mampu, Kecamatan Wajo. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan yang berlangsung di Posko Kontainer Jalan Sappo ini mendapat apresiasi dari Lurah Mampu, Liana Sari. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada DKP Kota Makassar atas pelaksanaan program tersebut di wilayahnya.
Menurut Liana Sari, Gerakan Pangan Murah sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Kami sangat berterima kasih kepada DKP Kota Makassar, karena kegiatan ini sangat membantu warga untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa antusiasme warga terlihat cukup tinggi sejak kegiatan dimulai. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri.
Pemerintah setempat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Selain memberikan harga yang lebih terjangkau, kegiatan ini juga dinilai mampu menekan laju inflasi daerah, khususnya pada sektor bahan pangan. Dengan adanya intervensi langsung dari pemerintah melalui program seperti GPM, distribusi bahan pokok menjadi lebih terkendali dan merata di tengah masyarakat.
Warga Kelurahan Mampu pun berharap agar program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga dapat digelar secara rutin. Hal ini dianggap penting untuk membantu menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap stabil sepanjang tahun.
Laporan Ibe







